Cinta di Rumah Hasan Al-Banna

Bismlillaahirrohmaanirrohiim

Pada tanggal 18 November 2007 yang lalu, bertepatan pada hari Ahad, saya diminta oleh ibu saya untuk menggantikan beliau dalam mengisi sebuah acara seminar bedah buku. Kebetulan Ibu adalah pemberi kata pengantar pada buku yang beru cetak terbit itu. Buku tersebut adalah karangan dari Ust. Muhammad Lili Nur Aulia, dengan judul Cinta di Rumah Hasan Al-Banna. Dengan tulisan ini saya harap bisa memberikan resensi yang tepat serta membuat para pembaca berkeinginan untuk mendapatkannya.

Cover DepanBuku kecil ini bisa disebut buku saku karena kesederhanannya, sebagaimana produk dari karya ust. Lili yang banyak membuat buku kecil. Akan tetapi, diantara semua buku kecil beliau yang pernah saya baca, menurut saya buku ini adalah buku yang paling berbobot. Setidaknya untuk pribadi yang masih dalam rencana untuk membangun keluarga da’wah (seperti saya). Secara garis besar, sebenarnya pesan global dari buku ini adalah untuk membuat sebuah pilar yang kuat dari fase bina ul-ummat , yaitu takwiinu baytul muslim, dengan sangat baik, mulai dari rencana pemilihan calon ibu/ayah untuk anak-anaknya kelak hingga saat pembinaan keluarga itu sendiri.

Buku ini dimulai dengan kisah like father like son, sebuah kisah yang menggambarkan kesolehan putra seorang Kholifah Umar bin Abdul Aziz. Dilanjutkan dengan kisah dari proses pencarian calon ibu untuk anak-anak dari pemuda Hasan Al-Banna. Saat pencarian itu, ibu dari Hasan Al-Banna berkisah sebagai referensi utama. Ibu yang sholehah, tentu tahu apa yang dibutuhkan oleh pemuda pejuang da’wah seperti Hasan Al-Banna. Bermula dari ketertarikan Sang Ibunda pada kelembutan suara al-qur’an seorang gadis pada saat beliau bersilaturahim di sebuah rumah, lalu Ibunda Hasan Al-Banna bercerita dengan anaknya. Dan kemudian berlanjut ke pernikahan. Yang menarik dari bagian awal ini adalah kelakar ust achmad chumaedi (pembedah buku yang ditemani saya) , ” Jodoh bersama dengan tingkatan iman kita “.

Selanjutnya, buku ini membahas tentang bagaimana seorang muassis gerakan ikhwanul muslimin, dalam tingkat kesibukan yang amat sangat, tetap melaksanakan hak dan kewajiban keluarganya terhadap dirinya. Dikisahkan pula tentang seorang suami yang sangat menyayangi dan menghormati istrinya. Digambarkan bagaimana Hasan Al-banna dengan penuh kasih sayang mendidik anak-anaknya, memberikan pemahaman tanpa kekerasan, membuat anak-anaknya cinta dengan al-qur’an dan ilmu pengetahuan. Dll

Dan agaknya saya termasuk yang sangat senang, saat kebiasaan keluarga kami juga hampir sama dengan apa yang dicontohkan Hasan Al-Banna. Semisal, makan pagi bersama tiap pagi, membaca Al-Qur’an bersama-sama setiap ba’da magrib, pergi ke toko buku tiap bulan untuk membeli buku-buku yang bermanfaat. Keluarga kami juga memiliki arsip dari seluruh rekam jejak fisik dan prestasi setiap anggota keluarga, sebagaimana Hasan Al-Banna juga telah mencontohkannya. Terlebih waktu mengetahui bahwa Hasan Al-Banna juga memberikan budget buku untuk anak anaknya tiap bulan.

Cover BelakangYang paling terkesan buat saya dari buku ini adalah bagaimana Hasan Al-Banna, menanamkan nilai-nilai kesederhanaan, keikhlasan dan pengorbanan dalam keluarganya, sehingga istrinya dengan hati yang senang dan rela menyumbangkan banyak perabotan rumahnya untuk markas da’wah ikhwanul muslimin, sehingga dengan ikhlas dan rela, anak-anaknya menjadi orang-orang yang paling dahulu sadar dan memperjuangkan kondisi umat Islam di palestina dan di mesir, sehingga dengan lapang, sang istri menerima hujjah sang suami yang menjawab saat ia memintanya membeli sebuah rumah kecil ” Wahai Ummu Wafa, sesungguhnya istana kita sedang menunggu kita di surga-Nya….”. Alangkah indahnya …. Sehingga dengan ikhlas dan ridha, keluarganya melepas kepergian suami dan ayah mereka, dalam kesyahidan di jalan Allah…

Ya Allah, jadikan kami meneladani kebaikan-kebaikan pendahulu kami….

Wallaahu a’lam bishshowwaab

Referensi :

1. Aulia, M. Lili Nur, Cinta Di Rumah Hasan Al-Banna, Jakarta: Pustaka Da’watuna, 2007.

2. Dll.

 

13 Tanggapan

  1. Resensi yang cukup singkat ini, sangat menyentuh tentang keteladanan seorang da’i yang begitu besar komitmennya untuk menjaga nilai-nilai mulia keislamannya dalam keluarga dan dakwahnya. Semoga bisa kita teladani bersama

  2. resensi sperti ini amat penting, walau singkat tapi mengena, syukran

  3. wassalamu’alaikaum wr wb

  4. iya.. bukunya bagus.. pernah baca..

  5. Subhanallah memang..
    Ada tauladan dalam setiap tingkah laku Asy Syaikh Hasan Al Banna..
    Benar-benar profil seorang da’i, muharik, skaligus suami dan ayah yang ideal!

    Apalagi Rosulullah ya.. ^^

    Saya sudah baca bukunya dan memang TOP..

    A must read book!!

  6. tahniah atas ulasan buku ini.saya pun berminat untuk mendapatkannya.salam dari bumi malaysia.

  7. Kira-kira buku ini bisa dibeli dimana?
    Kemarin akyu ke Indonesia Book Fair gak ada.
    Mohon info-nya, ya…

  8. @ Nirwana: Mhn maaf, kmrn Indonesia Book Fair-nya yang dimana ya? Setau saya memang banyak yang menginginkan buku ini, bahkan sahabat saya dari thailand pun minta dikirimkan. Jika anda di Bandung, coba cari di toko-toko buku belakang masjid salman ITB.

  9. Asw. Akhi aaf ni ane abdur rofi` dr solo. Masih inget kan? Skrg ane br kuliah di Ma`had `Aly An Nu`aimy Jaksel. Kapan maen ke solo?kalo bs reunian ma “temen2 seLingkaran” dulu. Baarokallahu fiikum.

    • wsw. wah, masya Allah rofi’, gmn kabar?iya ni, insya Allah klo wktunya mungkin sy k solo, gmn kabar yg lainny y?yg terakhir ngontak itu mas hari

  10. saya sering emoh baca buku yg beginian…
    tp abis baca resensinya, tertarik jg…

  11. Bagus banget bukunya. (barusan baca pinjem temen).
    Cocok dibaca oleh para calon bapak/ calon suami.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: