ME & MY PRESIDENTS

artikel Juni 07

Afzalurrahman Assalam, Teknik Geofisika ITB, Peserta PPSDMS Regional II Angkatan 2

Dalam sejarah kepemimpinan bangsa Indonesia, jabatan Presiden Republik negara ini baru berganti sebanyak enam kali. Dengan gaya kepemimpinan yang berbeda-beda dalam setiap masa mereka. Setiap gaya kepemimpinan mereka selalu mempunyai peran positif dan negative yang dampaknya terhadap masyarakat berbeda pula. Namun, yang patut di camkan adalah sebuah hadits Rasulullah SAW dengan redaksi yang kurang lebih seperti ini, ”Pemimpin sebuah kaum, adalah cerminan dari sikap mental kaum itu sendiri”. Sebelum dilanjutkan, ada baiknya kita membandingkan sejarah bangsa Indonesia yang baru merdeka  tahun 1945 ini, dengan bangsa-bangsa lain pada era yang sama. Kepemimpinan Republik Korea, sudah berganti lebih dari 7 kali dari sejak mereka merdeka. Kepemimpinan Amerika Serikat, sudah berganti lebih dari 9 kali sejak tahun 1945. Fakta ini menandakan bahwa kepemimpinan di Indonesia masih sangat terpengaruh oleh budaya raja-raja dahulu, yang sebagian besar menguasai Indonesia. Masyarakatnya pun sampai sekarang masih ada yang mewarisi sikap mental akibat pengaruh sejarah ini.

Dengan berbagai karakter yang dibawanya, ternyata para presiden terdahulu bangsa ini belum bisa menjadikan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang diberikan oleh Allah SWT, sebagai modal dan sarana untuk kemakmuran dari seluruh masyarakat negeri. Bagaimana tidak, sebagaimana kita ketahui, Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang berlimpah, begitu juga dengan sumber daya manusianya. Dalam buku the economist, yang di terbitkan UK tahun 2003 terdapat fakta yang seharusnya bisa menyadarkan para pemimpin negara ini. Secara SDA, Indonesia merupakan negara terluas nomor 15 di dunia, jumlah penduduknya terbanyak nomor 4 di dunia,penghasil Biji-bijian terbesar nomor 6 di dunia, penghasil Teh terbesar ke 6, Penghasil Kopi no 4 di dunia, penghasil Cokelat Nomor 3 di dunia, penghasil Minyak Sawit (CPO) nomor 2 di dunia.

Dilihat dari segi oseanografis, Indonesia merupakan salah satu tempat bertemunya arus laut dalam dan arus laut dangkal, arus laut panas dan arus laut dingin, kondisi ini menyebabkan populasi berbagai macam ikan laut ikut ‘mengalir’ di kepulauan Indonesia. Sisi terakhir, dan ini yang paling sering menjadi sorotan, adalah kekayaan sumber daya alam bawah bumi Indonesia, negara ini di posisi dunia adalah Penghasil Timah nomor 2, penghasil Batu Bara Nomor 9, penghasil Tembaga ke 3, penghasil Minyak Bumi nomor 11, penghasil Natural Gas Nomor 6, LNG(Liquid Natural Gas) Nomor 1. Dan masih banyak bahan tambang mineral lain yang bisa dijadikan komoditas untuk kemakmuran bangsa Indonesia.

Dari fakta dan pengetahuan yang ada di atas, penulis akan mencoba memimipikan dan membandingkan dengan cita-cita dan apa yang akan dilakukan jika hal yang sama juga terjadi pada penulis. Ketika menjadi presiden, yang harus dilakukan adalah penyelesaian masalah yang secara umum sudah menjadi penyakit turun menurun bangsa. Pertama, tentang masalah pendidikan. Kedua, pendidikan yang jelek menghasilkan mental-mental orang yang lemah sehingga mereka juga miskin. Ketiga, penyakit yang sudah kronis dan bisa menghinggapi siapapun pejabat di Indonesia ini, adalah korupsi.

Dari ketiga masalah global umum tersebut, yang paling akan saya soroti adalah masalah kedua dan ketiga. Karena sesungguhnya, yang terjadi di negeri Indonesia ini, kemiskinan disebabkan karena tiadanya atau rendahnya tingkat pendidikan, sedangkan terjadinya pendidikan yang minimal di negara ini adalah karena korupsi! Ya, karena sebagian besar uang rakyat itu tidak di alirkan sebagaimana harusnya berlaku. Ketika sudah ada anggaran khusus untuk pendidikan pun, korupsi terhadap dana itu masih saja terjadi, alangkah ironisnya. Sementara itu, korupsi yang paling terkenal ‘basah’-nya adalah di area perpajakan, keuangan dan bagian energy.

Secara khusus, saya akan membahas contoh pemberantasan korupsi di bidang energy, lebih spesifik lagi dalam industry migas bagian hulu. Dalam sejarah industry migas hulu, nama yang kemudian paling sering kita dengar adalah nama Pertamina, BP Migas dan Kementrian ESDM. Dari ketiga badan inilah seharusnya saya akan mulai membersihkan korupsi. Kementrian ESDM, yang juga tidak hanya mengurusi masalah perminyakan, harus di arahkan pada kesamaan visi dengan saya agar kekayaan alam Indonesia ini dapat dinikmati secara adil oleh rakyatnya sendiri. Bukan malah oleh bangsa asing yang, entah dari mana asal datangya, tiba-tiba ‘mengalahkan’ dan bahkan menguasai kebijakan Pertamina dan BP MIgas demi kepentingan diri mereka sendiri, dengan nafsu kapitalisme mereka yang sangat kental. Selain itu, peran Pertamina harus diperkuat dan di support penuh untuk maju dan berkembang dalam persaingan internasional. Karena dari segi kualitas, produk yang dihasilkan Pertamina kita ini tidak kalah kelas dengan produk yang di pasarkan oleh asing ke negara kita. Kemudian, yang terakhir adalah penguatan visi dan peran BP MIgas dalam mengawasi ‘permainan’ perusahaan-perusaahaan asing jika mereka berbuat di luar etika mereka sebagai tamu.

Wallaahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: