My 8th Accident

Untuk yang ke 8 kalinya, sya mengalami kecelakaan motor dalam hidup, setelah baru kelas 2 smu bisa mengendarai mtor. Dalam kecelakaan kali ini, terjadi di jalan dipati ukur dekat simpang dago. Ketika itu saya melaju dengan kecepatan kira-kira 40 km/jam. Saya yang mengendarai sepeda motor karisma 125x tiba-tiba dikejutkan dengan memutar-baliknya angkot cicaheum-ciroyom dari arah yang sama menuju arah yang berlawanan.

Sya yang berada di bagian kanan jalan raya berusaha mengerem dengan mendadak, akan tetapi angkot yang tadinya dari sisi kiri jalan dan sedang berhenti tersebut seakan buta, masih melanjutkan beloknya. Dan akhirnya sya tertabrak persis ketika sepeda motor sya mulai berhenti. Sya tertabrak dari arah kiri, dan karena momentum kecepatan motor masih besar, tabrakan tersebut membuat sya terpental sejauh 2 m.

Sya tidak mengetahui bagaimana ketika sya terpental. Yang jelas, sya hanya ingat sya sudah terduduk setelah tersungkur di aspal jalanan arah berlawanan. Helm sya terlempar ke kolong mobil yang diparkir di seberang jalan dan sepatu sya rusak dengan pasangan kanannya juga terlepas beberapa meter. Alhamdulillah, kendaraan dari arah berlawanan saat itu sedang sepi, dan walaupun sya terlempar ke arah jalanan yang berlawanan, sya tidak tertabrak kendaraan apapun

Penduduk mulai ramai, sya kemudian dipapah ke pinggir oleh mereka. Motor sya yang tergeletak mati di tengah jalan juga di pinggirkan oleh mereka. Si supir angkot yang ternyata bersuku batak itu kemudian menghampiri sya. Dia menanyakan keadaan sya dan bagaimana kompensasinya? Apakah ada yg luka dan rusak. Dalam hati, sya berkata, ‘Oohh..supir bodoh yang malang, kalau seandainya kamu lebih hati-hati dan melihat-lihat. Sya tau kamu juga orang kecil yang juga butuh makan, seandainya sya minta ganti pun, kamu pasti akan kelaparan dan keluarga kamu juga kelaparan’. Akhirnya dengan rasa kasihan sya berkata pada dia ‘ ya sudah pak, gapapa…’. Dia tanpa rasa berterima kasih kemudian malah berkata ‘ gapapa ya pak,!? itu mobil sya juga rusak’. Lalu dia langsung berlalu meninggalkan kami. Dalam hati sya hnya tertawa kecil, masih untung sya selamat tidak terluka parah, jika tidak, mungkin mobil itu sudah hancur oleh penduduk yg marah.

Belakangan, para penduduk ini menyesali sikap sya yg memaafkan si supir angkot tadi. Ada yang nyeletuk ‘Udah jadi kebiasaan mereka, mas, berlaku seperti itu, harusny dikasih pelajaran’, ada lagi yang berkata ’Wah,mas, mestinya minta ganti rugi, orang dia yg salah dan lagipula motor mas rusak, kira2 200 ribu nih’. Yang paling keras berkata ‘Mas, mestinya tuntut dulu dia kesini, tahan dulu, minta SIM dan STNK ny, minta ganti rugi, bawa ke kantor polisi..!’. Karena sya masih agak shock, sekaligus msih berfikir sperti tadi. Akhirnya sya menenangkan dengan suara agak keras, ‘Ya sudah pak gapapa, dia juga orang kecil, kasian kalo dituntut lagi..’. Baru kemudian mereka agak mereda.

Dari kejadian ini, sya semakin sangat yakin untuk keharusn bersyukur atas nikmat kehidupan ini. Nikmat yang Allah berikan setelah sya lolos untuk yang ke-3 kalinya dari kecelakaan maut. Dan untuk yg kesekian kalinya sya diselamatkan Allah dri musibah kecelakaan dan sakit. Ane yakin, Allah punya rencana lain buat sya.

Wallaahu a’lam

2 Tanggapan

  1. alhamdulillh akhi tdk mrsa terdzolimi.
    membaca kshnya, sy jd ingat ketika 1st kecelakaan, panjang kasusnya.
    smg dg kjadian itu, kita bs mmaknai nikmat hidup yg msh diberikan Allah SWT… amin.

  2. @ email90: Alhamdulillah, ane masih diberi kesempatan hidup dari Allah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: